Sejarah Peradaban Islam

JAJIRAH ARAB, TATA SOSIAL DAN BUDAYA PADA ZAMAN JAHILIYAH
Agama bangsa arab sebelum datangnya Islam (pra Islam) berupa Agama Humanisme (keunggulan sifat manusia)yang sangat beragam ada yang menyembah Allah, Matahari, Bulan, Bintang, bahkan Api dan Patung, dan ada juga yang beragama Nasrani dan Yahudi. Bagi mereka yang menyembah Allah SWT menjadikan berhala sebagai perantara. Sebagai mana dilukiskan dalam al Quran (QS. Az-Zumar[39]: 3) “Kami tidak menyembah mereka, melainkan (berharap) agar mereka mendekatkan kami kepada Allah sedekat-dekatnya”.
Peradaban bangsa Arab pra Islam sangat tinggi dan mengalami kemajuan pesat di berbagai bidang. Hal ini dapat dilihat dari kerajaan-kerajaan yang berdiri di Yaman seperti kerajaan Ma’in, kerajaan Qutban, kerajaan Saba’ dan kerajaan Himyar. Selain itu juga bisa terlihat dari adanya syair-syair Arab. Sedangkan yang dimaksud dengan Jahiliyah oleh Islam karena kebiasaan membunuh anak perempuan(karena takut lapar dan malu), berperang, dan kepercayaan mereka yang menyembah sesuatu yang mereka buat dan selain Allah.
Dalam hal politik dipimpin oleh suku Quraisy dengan sepuluh jabatan yang dibagikan kepada kabilah-kabilahnyayaitu Hijabah(juru kunci ka’bah), Siqoyah(Penjaga mata air Zam-zam), Diyat(kekuasaan hakim sipil dan kriminal), Sifarah(duta)Liwa(ketentraman), Rifadah(perpajakan), Nadwah(ketua dewan), Khaimah(pengurus balai musyawarah), Khajimah(administrasi keuangan), Azlam(penjaga panah ramalan).
Dari segi ekonomi ada beberapa faktor yang mendukung mekkah memegang peranan dalam perniagaan :
– Penduduk Yaman yang pandai berniaga berpindah ke Makkah setelah Yaman dijajah oleh bangsa Habsy;
– Keberadaan bangunan Ka’bah dan jamaah Haji yang yang setiap tahunnya selalu berdatangan dari segenap penjuru;
– Penduduk Arab yang suka merantau untuk berniaga sehingga mereka termasyhurlah dan mendapatkan kemajuan
PERKEMBANGAN ISLAM PERIODE MAKKAH
Sebelum masa kerasulan nabi Muhammad adalah anggota bani Hasyim yang memegang jabatan Siqiyah. Ayahnya Abdullah bin Abdul Muthalib dari suku Quraisy dan Ibunya Aminah binti Wahab dari bani Zuhrah. Para pengasuhnya Halimah Sa’diyah(4 th), ibu kandung(2 th), Abdul Muthalib (2 th), Abu Thalib. Pada usia 12 th rasulullah ikut pamannya berdagang ke syiria, dalam perjalanannya bertemu pendeta Kristen yang bernama Buhairayang meyakini muhammad sebagai Rasul akhir Zaman. Pada usia 25 th menikah dengan Khadijah saudagar kaya yang berusia 40 th. Pada usia 35 th kebijakan Rasulullah terlihat pada saat mengambil keputusan untuk meletakkan hajar aswad secara bersama-sama, dari situ beliau mendapat gelar al-Amin dan dipercaya menjadi hakim.
Pada tanggal 17 Ramadhan tahun 611 M beliau mendapat Wahyu pertama (QS. Al-Alaq [96]: 1-5) di gua Hira. Beliau juga di sebut Ummi yang berarti bukan dari golongan Yahudi dan Nasrani hal ini menurut al-Maqdisi, namun juga bisa dipahami sebagai yang tidak bisa baca tulis.
Pendidikan Islam. Pada saat itu Nabi mendidik umatnya secara bertahap, dari orang-orang terdekat seperti istri Nabi, Ali bin Abi Thalib(sepupu), Abu Bakar(sahabat), Zaid(anak angkat), Ummu Aiman(pengasuh) mereka yang pertama kali masuk Islam.
Faktor-faktor penentangan orang Quraisy di sebabkan oleh :
1. Tidak dapat membidakan antara kenabian dan kekuasaan;
2. Tidak mau mengakui kesamaan hak antara bangsawan dan hamba sahaya;
3. Tidak bisa menerima ajaran kebangkitan kembali dan pembelasan di akhirat;
4. Taklid/mengikut nenek moyang;
5. Pemahat dan pematung merasa dihalangi rezekinya.
Dua bidang pokok dalam pembinaan umat di Makkah yaitu Tauhid dan al-Qur’an. Pokok-pokok ajaran tauhid pada surat al-Fatihah : “Allah tuhan semesta alam yang memberi nikmat, petunjuk dan bimbingan agar mendapatkan kebahagiaan dunia dan akhirat. Dialah raja yang memperhitungkan amal manusia. Dan hanya Dia yang patut disembah dan kepada-Nya temapat meminta pertolongan. Dia (Allah) yang membiumbing dan memberi petunjuk dalam kehidupan”. Mahmud Yunus menyatakan bahwa pembinaan Islam periode Makkah meliputi pendidikan agama tentang tauhid, akhliyah dan ilmiah(asal kejadian alam dan manusia), akhlak dan budi pekerti, serta pendidikan jasmani.
HIJRAH NABI, ISLAM DI MADINAH DAN PIAGAM MADINAH
Sebelum nabi hijrah ke yatsrib(madinah), nabi didatangi oleh suku Khazraj dan ‘Aus dari Yatsrib untuk masuk Islam dan meminta Nabi untuk hijrah ke Yatsrib, mereka berdakwah di Yasrib ditemani utusan nabi yang bernama Mus’ab ibn Umair. Pada peristiwa ini ada dua perjanjian yaitu Aqabah pertama Ikrar kesetiaan dan Aqabah kedua ikrar akan membela dan melindungi Nabi dari segala ancaman-ancaman.
Yang ditakutkan kaum Quraisy dengan hijrahnya Nabi sehingga diputuskan untuk dibunuh karena mereka tidak hanya khawatir bencana bagi agama dan soal ekonomi/ pintu-pintu rizeki mereka. Nabi ditemani Abu Bakar dalam perjalanannya ke Yatsrib, ketika sampai di Quba Nabi beristirahat di rumah Kalsum Ibn Hindun beberapa hari dan membangun mesjid pertama disana. Disitu pertamakali turun perintah untuk mendirikan shalat jum’at. Dan Nabi menyampaikan empat hal yang menjadi dasar Piagam Madinah yaitu : al-Adallah al-Insaniyah()prikemanusiaan, as-Syura(permusyawaratan), al-Wahdat al-Islamiyah(persatuan Islam) dan al-Ukhuwah al-Islamiyah(persaudaraan Islam).
Pendidikan Islam periode Madinah adalah :
1. Pembentukan dan pembinaan masyarakat yang memiliki kesatuan sosial dan politik(menghilangkan permusuhan dan bekerja sesuai kemampuan, kerja sama, tolong-menolong dan shalat jum’at);
2. Pendidikan sosial dan kewarga negaraan (persaudaraan, kesejahtraan dan tolong-menolong);
3. Pendidikan anak (terkait pendidikan tauhid, shalat, sopan santun dalam keluarga dan masyarakat, dan pendidikan kepribadian) untuk umatnya agar menjaga diri dan keluarga dari api neraka, tidak meninggalkan anak dalam keadaan lemah, dan meminta dikaruniai keluarga dan anak yang menyenangkan hati;
4. Pendidikan Hankam dakwah Islam dengan membangun mesjid sebagai tempat Ibadah dan musyawarah, membangun ukhuwah Islamiyah dan membangun hubungan persahabatan dengan yang tidak beragama Islam di madinah.
Tujuan dari Piagam Madinah sebagai penjamin kebebasan beragama, hak dibidang politik dan keagamaan, kewajiban mempertahankan negeri dari serangan luar, dan dibidang sosial meletakkan persamaan antara sesama manusia. Piagam Madinah terdiri atas 47 butir dengan menganut Asas kebebasan beragama, persamaan, kebersamaan, keadilan, perdamaian yang berkeadilan dan musyawarah.
MASA PEMERINTAHAN KHALIFA’ AR-RASYIDIN
Peradaban Islam pada masa al-Khulafa’ ar-Rasyidin. Ada perbidaan pendapat tentang jumlah dan siapa Khalifa’ ar-Rasyidin, perbidaan itu ada tiga yang terdiri dari Abu Bakar1, Umar bin Khathtab2, Ustman bin Affan3, Ali bin Abi Thalib4 dan Umar bin Abd Aziz5. Dengan urutan pendapat (1,2,3,4), (1,2,3), (1,2,5) dan (1,2,3,4,5).
Pada masa kekhalifahan Abu Bakar melakukan ekspedisi ke perbatasan Syiria, memerangi/ membesmi nabi palsu, menghentikan pergolakan dalam negeri dan mengumpulkan ayat-ayat al-Qur’an atas saran Umar bin Khathtab.
Pada masa keKhalifahan Umar bin Khathtab (13-23H/634-644M) berhasil menaklukan kota Damaskus dan Suriah tahun 635 M dan Mesir tahun 641 M. selain itu juga Pelistina, Persia dan Irak. Dan kebijakan Umar dengan didirikannya dewan-dewan pekerjaan umum, memdirikan Baitul Mal, menempa mata uang, menciptakan tahun Hijrah, menerapkan prinsip demokrasi dengan menjamin hak yang sama bagi warga negara. Khalifah Umar memerintah 10.5 tahun. Beliau dibunuh oleh Abu Lu’luah(Feroz).
Pada masa kekhalifahan Utsman bin Affan selain perluasan wilayah juga dil;akukannya penulisan kembali al-Qur’an dengan berpedoman kepada mereka yang hapal Qur’an dan ditulis berdasarkan dialek. Sedangkan mamfaat dibukukannya al-Qur’an ialah menyatukan muslimin pada satu Mushaf tulisan, bacaan dan menyusun surat-surat secara teratur. Utsman juga berjasa membangun inprastruktur. Pada akhir pemerintahannya terjadi pemberuntakan yang mengakibatkan terbunuhnya khalifah Utsman dan wafat pada hari Jum’at tanggal 17 Dzulhijah 35 H.
Pada masa kekhalifahan Ali bin Abi Thalib dalam kekacauan dan peperangan pertama yang terjadi antara kaum muslimin. Terutama antara Ali, Muawiyah dan Amr bin ‘Asy. Pada masa
Pada masa Khalifa’ ar-Rasyidin banyak kemajuan yang telah dicapai diantaranya wilayah Islam yang luas dan adanya usaha pembukuan al-Qur’an. Diawali pada masa Abu Bakar dengan ekspansi kekuasaan dan penumpasan Nabi-nabi palsu dan diakhiri pada masa Ali bin Abi Thalib dalam situasi yang kritis politik karena banyaknya pemberuntakan dan pada masa ini mulai muncul faham-faham baru seperti Syi’ah dan Khawarij.
PEMERINTAHAN PADA DINASTI BANI UMAYYAH
Dinasti umayyah terbentuk setelah Hasan(anak Ali) dan Mu’awiyah melakukan perdamaian dan pemerintahan dalam satu kepemimpinan. Dan dimulailah kekuasaan bani Umayyah dengan ekspansi kurang dari setengah abad telah berhasil menaklukan negeri-negeri yang sangat jauh sehingga kekuasaannya sangat luas. Keberhasilan besar ini di dukung oleh beberapa faktor seperti Islam sebagai agama ketuhanan yang juga mementingkan pembentukan masyarakat, kewajiban menyerukan ajaran-ajaran Islam, Byzantium dan Persia mengalami kemunduran, Mesir-Syiria-Irak merupakan daerah yang kaya, dsb.
Pada masa bani Umayyah ada satu Khalifah yang sangat terkenal yaitu Umar bin Abdul Aziz (720-724M) yang dalam masa pemerintahannya yang relatip singkat (2 tahun 5 bulan 5 hari) telah mencapai kemakmuran masyarakat yang menakjubkan.
Runtuhnya bani Umayyah pada masa Khalifah Marwan II bin Muhammad(744-750M) di pengaruhi beberapa faktor :
1. Sistem Khalifah diganti menjadi sistem kerajaan
2. Pemberuntakan yang dilakukan oleh kelompok Syi’ah dan golongan Mawali
3. Pertentangan etnis antara bani Qays dan bani Kalb
4. Sikap hidup mewah diantara para Khalifah
5. Revolusi gerakan bani Abbasiyah
Dari beberapa teori revolusi dapat di simpulkan keruntuhan bani Umayyah karena kaum Mawali di nomer duakan (Diskriminatf) dalam pemerintahan terhadap orang-orang Arab 1(Faksionalisme rasial = pengelompokan kebangsaan). Teori kedua Faksionalisme sektarian(pengelompokan golongan dan paham Agama) yaitu Syi’ah dan bani Umayyah. Faksionalisme kesukuan (pertentangan dua suku besar Arab Mudhariya). Teori ketidak adilan ekonomi dan disparitas rigional(orang arab Syiria mendapat perlakuan istimewa dan yang lainnya tidak)
PEMERINTAHAN BANI ABBASIYAH DAN MASA KEEMASAN
Runtuhnya bani Umayyah memunculkan dinasti bani Abbasiyah dengan khalifah pertama Abu Abbas as-Saffah. Wilayah kekuasaan bani Abbasiyah meliputi bekas kekuasaan bani Umayyah dan diperluas sampai kewilayah Armenia, daerah Turki dan daerah sekitar laut Kospra. Pemerintahan bani Abbasiyah dipusatkan ke Iraq, dan pemegang kekuasaan lebih merata, tidak hanya bangsa Arab tetapi juga kaum Mawali juga ikut serta dalam pemerintahan serta bentuk pemerintahannya bersifat Demokratis. Masa pemerintahan bani Abbasiyah berlangsung dari 132-656H/750-1258M.
Pola pemerintahan bani Abbasiyah dibagi 5 periode, yaitu :
1. Periode pertama (132-232H), disebut periode Arab dan Persia pertama
2. Periode kedua (232-334H), disebut periode pengaruh Turki pertama
3. Periode ketiga (334-447H), disebut perioda pengaruh Persia kedua
4. Periode keempat (447-590H), disebut Masa pengaruh Turki kedua
5. Periode kelima (590-656H), masa kekhalifahan bebas dari pengaruh dinasti lain, tetapi hanya efektif di sekitarkota Baghdad (terjadi ekspansi dari Tar-tar dan Bani Utsmani secara besar-besaran).
Dasar pemerintahan bani Abbasiyah dibangun oleh Abul Abbas dan Abu Ja’far. Dan semenjak Abu Ja’far pengertian khalifah berubah dengan “Innama ani sulthan Allah fi ardhihi(sesungguhnya saya adalah kekuasaan Allah di bumi)”. Dan masa keemasan pada dinasti Abbasiyah berada pada tujuh khalifah berikutnya yaitu al-Mahdi(775-785M), al-Hadi(775-786M), Harun ar-Rasyid(786-809M), al-Ma’mun (813-833M), al-Mu’tashim(833-842M), al-Watsiq (842-847M) dan al-Mutawakkil (847-861M). puncak keemasan dicapai kerena beberapa faktor di antaranya :
1. Islam makin meluas;
2. Orang-oramg di luar Islam dipakai untuk menduduki institusi pemerintahan;
3. Dibentuknya tim penerjamah bahasa Yunani ke bahasa Arab;
4. Sebagian penerjamah memberikan pendapatnya;
5. Rakyat bebas berp[ikir dan mendapatkan hak asasi dalam segala bidang;
6. Ilmu pengetahuan berkembang;
7. Dibentuknya jabatan Wazir;
8. Ketentuan profesional beru terbentuk pada masa pemerintahan Abbasiyah
Para intelektual muslim banyak lahir pada masa dinasti Abbasiyah dan puncak keemasan ilmu pengetahuan terjadi pada masa daulat Abbasiyah IV, tokoh-tokoh ilmu pengetahuan tersebut seperti di bidang ilmu filsafat adalah al-Kindi, al-Farabi, Ibnu Bajah, Ibnu Thufail, Ibnu Shina, al-Ghazali, dan Ibnu Rasyid. Bidang Kedokteran seperti jabir ibn Hayyan, Hunain ibn Ishaq, Tabib ibn Qurra dan ar-Raji, ini juga didukung oleh sekolah-sekolah tinggi kedokteran seperti di Hirrran, Syiria, Baghdad, dan di Yunda Shapus. Bidang matematika tokohnya al-Khawarizmi (penemu angka nol dengan bukunya al-Jabar). Bidang seni ukir sebagai seniman terkenal seperti Badr dan Tariff.
MASA DISINTEGRASI DAN KEMUNCULAN DINASTI DALAM ISLAM
Disintegrasi (perpecahan) terjadi setelah Harun ar-Rasyid turun tahta dan dinasti-dinasti melepaskan diri dari Baghdad pada masa Abbasiyah seperti yang berbengsa Persia :Thahiriyah, Shafariyah; berbangsa Turki : Thuluniyah, Dinasti Seljuk; berbangsa Kurdi : al-Barzukani, Abu Ali; berbangsa Arab : Idrisiyyah, Dalafiyah; dan yang mengaku khalifah seperti Umawiyah di Spanyol dan Fathimiyah di Mesir.
Pada masa perebutan kekuasaan sekalipun khalifah sudah tidak berdaya, namun tidak ada usaha untuk merebut jabatan kekhalifahan dari tangan Bani Abbas, hal ini karena khalifah sudah dianggap sebagai jabatan keagamaan yang sakral dan tidak bisa diganggu gugat. Pada masa perebutan ini dinasti Saljuk dianggap sukses dalam mambangun masyarakatnya, dibawah pemerintahan Malik Syah(1072-1092M), diantara jasa jasa dinasti Saljuk antara lain :
1. Memperluas mesjid al-Haram dan mesjid Nabawi
2. Pembangunan rumah sakit di Naisabur;
3. Pembanmgunan gedung tempat peneropongan bintang;
4. Pembangunan sarana pendidikan.
Sebab-sebab kemunduran Bani Abbas kerena faktor-faktor persaingan antar bangsa, kemerosotan ekonomi, konflik keagamaan dan ancaman dari luar (perang salib dan serangan tentara Mongol.
MASUKNYA ISLAM KE SPANYOL, MASA KEEMASAN DAN
KONSTRIBUSI DUNIA INTELEKTUAL ISLAM
Agama islam masuk ke Spanyol pada masa Bani Ummayah yang berpusat di Damaskus setelah menguasai Afrika Utara. dalam penaklukan Spanyol ada tiga pahlawan besar yaitu Tharif ibn Malik, Thariq ibn Ziyad dan Musa ibn Nusair. Namun kemenangan ini didukung pula oleh faktor internal dengan suatu kondisi para pemimpin yang kuat, sikap toleransi dan persaudaraan, dan tokoh-tokoh pejuang dan prajuritnya. Faktor eksternalnya adalah negeri Spanyol dalam kondisi sosial dan politik yang kacau, wilayah yang terpecah-pecah dan terbagi ke dalam negeri kecil.
Masa keemasan Islam di Spanyol terjadi pada periode ketiga (912-1013M) diantaranya di bangunnya Universitas Cardova, dan perpustakaan yang memiliki koleksi ratusan ribu buku. Masa keemasan ini tentunya didukung oleh beberaspa faktor :
1. Kondisi masyarakat yang heterogen (dari berbagai bangsa);
2. Heterogenitas agama;
3. Semangat kesatuan budaya Islam;
4. Persaingan Muluk at-Tawaif menimbulkan persaingan negeri-negeri kecil di sekitar Cardova dalam bidang ilmu pengetahuan;
5. Dorongan dari penguasa yang mempelopori kegiatan ilmiyah.
MASA TIGA KERAJAAN BESAR ISLAM
A. Kerajaan Utsmani (1299-1924M
Sultan Urkhan (1326-1359M). Usaha-usaha yang dilakukan di dalam negeri seperti mengatur peraturan pemerintahan, mendirikan pabrik mata uang, dan membangun pasukan tentara yang teratur bernama Yanijring. Dan usaha luar negeri adalah menaklukan byzantium. Sultan-sultan lainnya seperti Sultan Murad I (1359-1389M), Sultan Bayazid I (1389-1403M), Sultan Muhammad I (1403-1421M), Sultan Murad II (1421-1451M), Sultan Muhammad II (1451-1484M), Sultan Salim I (1520-1566M)
B. Kerajaan Safawi di Persia
Kerajaan Safawi berasal dari gerakan Tarekat dengan aliran Syi’ah, setelah sempat jatuh, pada 1501M pasukan Qizilbash(pasukan baret merah) yang dipersiapkan Ismail selama 5 tahun akhirnya berhasil mengalahkan ak-Koyunlu dan menaklukan Tibriz(pusat kekuasaan ak-Koyunlu). Dan Ismail menobatkan diri sebagai raj pertama.
Penguasa Safawi kelima, Abbas I (1588-1628M) setelah sebelumnya kerajaan mengalami kelumpuhan, Raj Abbas memulihkan dengan kebijakan membentuk pasukan baru, mengadakan perjanjian damai dengan Turki Utsmani.
Kemajuan yang dicapai kerajaan Safawi di bidang ekonomi di bidang perdagangan dan pertanian. Dibidang ilmu pemgetahuan bermunculan ilmuan-ilmuan seperti Baha al-Din asy-Syaerozi, Muhammad al-Baqir al Din ibn Muhammad Damad. Bidang seni ditandai dengan berdirinya bangunan-bangunan megah trutama istana Chihilsutun.
C. Kerajaan Mughal di India
Pendirinya adalah Zahiruddin Babur. Usaha yang dilakukan ialah penaklukan kota Samarkand, Kabul (ibu kota Afganistan) dan penyerangan ke India. Raja-raja setelah Mughal seperti Humayun, Akbar, Jehanger, Syah Jehan dan Aurangzeb. Kemajuan yang telah di capai di bidang perekonomian ditandai dengan kemajuan sektor pertanian dan perindustrian; di bidang Arsitektur dan seni dengan dibangunnya istana Fatpur Sikri dan Taj Mahal.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s